KISAH INSPIRASI DARI MAHASISWA MENGHASILKAN RP.792 JUTA DALAM SEBULAN KARENA KETEKUNANNYA

download (2)

nICK wALTER, memperagakan video tutorial bahasa pemrograman Swift (Forbes)

VIVANEWS – Nick Walter tak betah dengan rutinitas kerja kantoran, dia memutuskan keluar dari perusahaan tempatnya magang. Banyak yang menyayangkan keputusannya. Tetapi, tanpa di sadarin dia terjerumus dalam lubang uang.

Pemuda 25 tahun ini, kini mampu mengumpulkan pundi – pundi sebesar US$66.000 dalam waktu sebulan dari aplikasi ciptaanya. Bila dirupiahkan, angkanya sekitar Rp 792 juta (kurs Rp12.000/US$1).


Dari semula, karir Walter tampak mulus. Pada tahun pertamanya, kuliah di Brigham Young University (BYU), dia diterima magang di Pariveda Solutions, perusahaan konsultan teknologi yang berbasis di Dallas.

Meskipun ia menikmati pekerjaannya dan menyukai klienserta rekan kerjanya, toh ia mersakan tak betah. Walter terbiasa berpakaian kasual (jeans dan t-shirt), sedangkan tempatnya magang mengharuskan busana formal. Dia juga tak bisa berlama-lama di kantor.

“Aku benci bahwa saya harus berada di kantor ini setiap hari selama sekian jumlah waktu,dan melakukan apa yang mereka katakan,” ujar Walter sebagaimana dikutip dari laman Forbes.

Kepastian karir dengan keamanan finansial serta berbagai tunjangan ia tinggalkan. Kemudian, ia “cuti” dari kuliahnya di BYU. Walter mulai mengembangkan aplikasi untuk iPhone, termasuk tujuh panduan menciptakan aplikasi.

Dengan seorng temannya, Walter berhasil menciptakan apa yang disebut Weight Lifting Video. Karyanya itu membuatnya dia dapat penghasilan bersihUS$1.200 dalam sebulan.

Momentum Swift

Kesuksesan lelaki yang mengaku dapat inspirasi dari Tim Ferris berjudul the Four-Hour Work Week ini bermula, saat Apple memperkenalkan bahasa pemrograman baru bernama Swift. Ide Walter meledak demi mendengarkan kabar itu.
Dia mempelajari Swift secara khusus. Walter merekam segala kemajuan yang dipelajarinya. Lantas, ia jual hasil rekamannya itu sebagai video kursus. “Selama empat hari, yang saya lakukan adalah menyelam ke dalam bahasa pemrograman ini,” katanya.

“Bangun, makan, belajar, mengajar, makan, belajar, mengajar, makan, tidur…. Aku matikan telepon dan pergi ke goa saya,” ujar Walter. Dia bekerja dengan piyama, merekam, dan berhasil membuat 50 video pendek hanya dalam waktu empat hari.

Kerja maraton yang dilakukan Walter itu semata agar tak kehilangan momentum. Saat Apple merilis Swift pada 2 Juni 2014 lalu, Walter mengunggah video kursusnya pada 5 Juni. Ia unggah videonya di Udemy–situs kursus online beragam kompetensi dengan harga mulai gratis hingga US$859/video.

Pada 24 jam pertama, ia gratiskan videonya. Ada 1.600 sign-up di hari pertama itu. “Itu mengejutkan saya,” katanya. Hari berikutnya, ia memasang harga hingga US$199 dan bisa menjaring US$20.000 dari para pendaftarnya.

Dalam waktu 30 hari ia telah mendapatkan US$40.000. “Itu sudah lebih, dari yang aku buat pada tahun lalu,” katanya. Belum lagi, Udemy berhasil menjaring 60.000 peserta baru kursus Walter melalui promosi email blast. Udemy mengiming-imingi diskon US$29.

“Sejak itu, tentu saja telah menghasilkan antara US$3.000 dan US$5.000 per bulan,” kata Walter.

Di luar dugaan, peserta kursus mulai mengirim email ke Walter. Mereka menanyakan apakah dia bisa mengajar kelas yang lebih luas tentang bagaimana membuat sebuah aplikasi iPhone.

Kali ini, ia memutuskan untuk membuat video pemasaran yang disebut “How to Make A Freakin’ iPhone App,” dan meletakkannya di Kickstarter dengan harga presales sebesar US$199.

Dalam waktu sebulan, video di Kickstarter itu terbukti sukses besar. Walter berhasil meraup US$66.000 (Rp792.000.000).

“Hanya 41 persen dari proyek Kickstarter mencapai target yang ditetapkan. Dan hanya 14 persen dari mereka bisa berpenghasilan lebih dari US$20.000,” kata seorang juru bicara Kickstarter.

Sementara, Senior Marketing Director Udemy, Shannon Hughes bilang itu tidak mengherankan bila kursus development bisa membuat uang sebanyak itu dalam waktu singkat. “Tapi jarang untuk seorang pemula seperti Walter,” cetus Shannon.

Jeff Schwarting, seorang profesor di Brigham Young University yang mengajar kursus tentang peluncuran produk, memprediksi kesuksesan untuk Walter. 99 persen siswa, kata Schwarting, mendapatkan pekerjaan di tahun pertama mereka keluar dari perguruan tinggi.
“Tetapi, saya belum melihat banyak orang yang bisa mendatangkan US$100.000 dalam tahun pertama mereka. Sedangkan Walter hanya butuh lima bulan,” tuturnya.

Apa yang Walter lakukan dengan semua uang itu? Dia gunakan untuk bayar sewa rumah sebesar US$350. Rumah di Provo, UT, itu ia tempati bersama empat temannya. Dia juga baru saja membeli Toyota Corolla seharga US$9.000. Sisanya, ia simpan selain untuk melunasi pinjaman mahasiswa semasa kuliah di BYU dulu.

Walter berencana untuk memasang video di Kickstarter tentang program Swift berikutnya. Isinya tentang pemrograman untuk Apple Smartwatch baru. “Ketika (alat pemrograman) keluar pada bulan November aku akan mengisolasi diri selama 48 jam dan membuat video,” katanya. Kita tunggu saja. (asp)

© VIVA.co.id

About uwongdeso
MARI KITA BELAJAR BERSAMA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s